Banjir lumpur panas Sidoarjo adalah peristiwa menyemburnya lumpur panas di lokasi pengeboran Lapindo Brantas inc di dusun Balongnongo desa Renokenongo, kecamatan Porong, kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. sejak tanggal 29 Mei 2006. semburan lumpur panas beberapa bulan ini menyebabkan tergenang.nya kawasan pemukiman, pertanian dan perindustrian di tiga kecamatan di sekitarnya, serta memengaruhi aktivitas perekonomian di Jawa Timur.
diperkirakan bahwa lapindo, sejak awal merencanakan kegiatan pemboran ini dengan membuat prognosis pengeboran yang salah. mereka membuat prognosis dengan mengasumsikan zona pemboran mereka di rembang dengan target pemborannya adalah formasi kujung. padahal mereka membor di zona kendeng yang tidak ada formasi kujungnya. alhasil, mereka merencanakan memasang casing setelah menyentuh target yaitu batu gamping formasi kujung yang sebenarnya tidak ada. selama mengebor mereka tidak meng-casing lubang karena kegiatan pemboran masih berlangsung. selama pemboran, lumpur bertekanan tinggi dari formasi pucangan sudah berusaha menerobos tetapi dapat diatasi dengan pompa lumpurnya lapindo.
sudah 5 tahun lumpur sidoarjo tidak dapat dihentikan, akibat kesalahn pengeboran sehingga terjadilah bencana lumpur sidoarjo. banyak korban lumpur sidoarjo yang sudah 5 tahun menderita, mereka menuntut pemerintah untuk segera mencari solusi agar para korban lumpur sidarjo tidak terlantar.
sudah 45 RT terkena dampak luapan lumpur lapindo, bahkan luapan lumpur semakin hari semakin memuncak, dan BPLS (Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo) sangat kerepotan menghadapi luapan lumpur yang semakin tinggi.
warga pun semakin khawatir dengan semakin tingginya luapan lumpur, rakyat pun meminta agar para korban lumpur segera dipindahkan dan difasilitasi rumah untuk tempat tinggal mereka.
sekitar 500 warga dari beberapa desa dan kecamatan tanggulangin kabupaten sidoarjo berunjukrasa di depan kantor bupati, untuk menyampaikan tuntutan mereka.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar